Sistem Informasi Desa Grujugan

Gambar Artikel

Menghidupkan Semangat Yang Telah Padam, Warga dan KKN UNU Purwokerto Bekerja Sama dalam Tahap Pertama Dalam Revitalisasi Taman "Gesang Bawono"

GRUJUJAN – Pada Sabtu, 31 Januari 2026, warga bahu-membahu memulai langkah pertama untuk menghidupkan kembali taman "Gesang Bawono" yang berarti Hidup dalam Alam, sebuah taman Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) yang menjadi kebanggaan warga Grujugan.

Kegiatan ini merupakan aksi tahap pertama untuk mengembalikan kejayaan taman herbal yang dulu sempat membawa nama Grujugan meraih Juara 3 di tingkat Kabupaten. Di sela-sela pembersihan lahan dan pemotongan rumput, warga berkumpul bersama pihak Puskesmas 2 Kemranjen dan adik-adik mahasiswa KKN dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto dalam suasana silaturahmi yang hangat.

"Gesang Bawono": Belajar dari Alam Bersama Pak Junaidi

Sambil menggarap lahan, Pak Junaidi, sosok yang selama ini telaten menjaga taman, membagikan ilmunya kepada warga dan mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa taman "Gesang Bawono" yang berarti Hidup dalam Alam ini dibangun dengan perasaan dan pemikiran yang matang, bukan sekadar asal tanam.

“Coba perhatikan, di gerbang masuk kita punya pohon Salam. Itu simbol sambutan hangat bagi siapa saja yang datang. Lalu di dekat pendopo ada pohon Waru yang daunnya berbentuk hati, itu pengingat agar kita selalu mencintai alam,” tutur Pak Junaidi sambil menunjuk tanaman koleksinya.

Dalam obrolan santai di sela kerja bakti, Pak Junaidi juga merinci berbagai khasiat tanaman yang ada sebagai modal awal revitalisasi ini:

  1. Bunga Kencong: Mujarab untuk bisul (wudun), cukup dibecek lalu dioleskan.

  2. Nanas Kerang: Rebusannya sangat ampuh meredakan batuk anak anak.

  3. Bunga Telang: Selain segar jadi minuman, airnya bisa membantu membersihkan kotoran mata.


Sentuhan Baru dari Mahasiswa KKN

Melihat semangat warga, Kafka dan kawan-kawan dari tim KKN pun tak mau ketinggalan. Mereka ingin membantu menanam kembali beberapa jenis tanaman dari 136 jenis tanaman yang dulu pernah memenuhi taman ini. Di tahap pertama ini, mahasiswa membantu warga dalam membersihkan sebagian taman agar bisa ditanami kembali.

“Kami sangat senang bisa membantu bapak ibu sekalian dalam kegiatan bersama ini. Sebagai langkah awal, kami akan pasang kembali label nama tanaman beserta manfaatnya serta tanamannya agar seperti dulu lagi. Termasuk juga dengan sistem QR Code seperti dulunya, supaya nantinya warga atau pengunjung bisa langsung belajar tentang khasiat tanaman hanya lewat ponsel,” ujar Kafka selaku Ketua Kelompok dalam tim KKN Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.


Dukungan Puskesmas 2 Kemranjen: Kembali ke Herbal

Mba Yanti dari Puskesmas 2 Kemranjen yang hadir dalam kegiatan ini turut mengapresiasi kekompakan warga Grujugan. Baginya, inisiatif warga di tahap pertama ini adalah kunci utama untuk kemandirian kesehatan lingkungan.

“Senang sekali melihat warga semangat lagi merawat Asman Toga. Harapan kami, dengan taman yang tertata, warga Grujugan bisa lebih mandiri. Kalau ada keluhan ringan, bisa langsung lari ke halaman sendiri cari obat herbal daripada terus-terusan tergantung pada obat kimia,” pesan Mba Yanti di tengah obrolan bersama ibu-ibu warga.

Aksi gotong royong ini baru merupakan langkah awal. Warga Grujugan berencana untuk terus melanjutkan tahap-tahap berikutnya, mulai dari menambah bibit tanaman hingga nantinya menjadikan Gesang Bawono sebagai tempat belajar bersama tentang obat-obatan alami.


Tulis Komentar